Ringkasan Utama
- Analisis e-commerce membantu Anda memahami apa yang terjadi di dalam toko Anda, mulai dari lalu lintas dan tampilan produk hingga perilaku pembayaran, pembelian berulang, pengembalian dana, dan pendapatan.
- Tujuannya bukanlah untuk melacak setiap angka. Tujuannya adalah untuk melacak angka-angka yang membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik.
- Bagi sebagian besar toko Shopify, metrik yang paling berguna adalah rasio konversi, nilai pesanan rata-rata, nilai seumur hidup pelanggan, tingkat pembelian berulang, tingkat pengabaian keranjang belanja, tingkat pengembalian, pendapatan berdasarkan saluran, dan kinerja produk.
- GA4, Shopify Analytics, alat heatmap, laporan email, platform iklan, dan alat umpan balik pelanggan semuanya menunjukkan berbagai bagian dari perjalanan pelanggan.
- Jika kamu Jual grosir atau B2B di ShopifyAnda juga harus melacak tingkat persetujuan pembeli, nilai pesanan rata-rata (AOV) grosir, tingkat pesanan berulang, frekuensi pesanan, perilaku pemesanan ulang, dan pendapatan berdasarkan kelompok pelanggan.
Bayangkan memiliki alat yang membawa bisnis Anda jauh melampaui pesaing. Di situlah analitik eCommerce berperan. Alat-alat ini memberikan wawasan penting tentang perilaku pelanggan, kinerja penjualan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Dalam panduan ini, kita akan membahas analitik e-commerce secara sederhana, metrik terpenting yang perlu dilacak, alat yang dapat Anda gunakan, kesalahan umum yang harus dihindari, dan cara menggunakan data untuk membuat keputusan yang lebih baik di tahun 2026.
Apa Itu Analisis E-commerce?
Analisis e-commerce berarti mengumpulkan dan mempelajari data dari toko online Anda sehingga Anda dapat memahami perilaku pelanggan dan meningkatkan kinerja bisnis.
Data ini dapat berasal dari:
- Toko Shopify Anda
- Google Analytics 4
- Google Search Console
- Iklan Google
- Iklan Meta
- Alat pemasaran email
- Alat peta panas dan perekaman sesi
- Ulasan pelanggan
- Tiket dukungan
- Laporan inventaris dan pesanan
- Data pembayaran dan pengembalian dana
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bagaimana pelanggan bergerak di dalam toko Anda.
Sebagai contoh, analisis e-commerce dapat menunjukkan kepada Anda bahwa:
- Halaman produk mendapatkan banyak kunjungan tetapi sangat sedikit yang menambahkan ke keranjang belanja.
- Pengguna seluler mulai meninggalkan proses pembayaran.
- Kampanye iklan berbayar mendatangkan trafik tetapi tidak menghasilkan pembeli yang menguntungkan.
- Pelanggan yang membeli satu produk sering kali kembali untuk membeli isi ulang atau aksesori.
- Pembeli grosir melakukan pemesanan dalam jumlah besar tetapi membutuhkan alur pemesanan ulang yang lebih cepat.
Analisis yang baik membantu Anda beralih dari "Saya pikir ini sedang terjadi" menjadi "data menunjukkan ini sedang terjadi."
6 Komponen Utama Analisis eCommerce
Ada banyak komponen yang mungkin dibutuhkan bisnis untuk analitik perdagangan digital. Mari kita lihat komponen-komponen terpentingnya.
#1. Analisis Perilaku Pelanggan
Memahami perilaku pelanggan Anda adalah kunci dalam analitik e-commerce. Ini membantu Anda memahami apa yang mereka sukai dan tidak sukai, membentuk pengalaman belanja online yang lebih baik, dan taktik pemasaran yang cerdas untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Beberapa area utama dalam analisis perilaku pelanggan meliputi:
- Perilaku penjelajahan: Dengan peta panas dan rekaman sesi, Anda dapat mengetahui apa yang paling disukai pelanggan di situs Anda, di mana mereka menghabiskan waktu terbanyak, dan bagaimana mereka bernavigasi di sana.
- Kebiasaan membeliMemahami barang apa yang sering dibeli pelanggan dapat memberikan wawasan tentang produk yang sedang tren, promosi yang sedang berlangsung, dan kesukaan mereka. Hal ini bisa mencakup hal-hal mendasar seperti menganalisis metode pembayaran yang mereka gunakan, opsi pengiriman yang mereka sukai, atau waktu di mana mereka kemungkinan besar akan melakukan pembelian.
- Analisis pengabaian: Ini menunjukkan tahap di mana pelanggan membatalkan keranjang belanja atau meninggalkan situs web Anda tanpa mengunci pembelian.
- Umpan balik dan ulasan pelanggan:Ini adalah tambang emas data kualitatif yang dapat menjelaskan apa yang menarik atau tidak disukai pelanggan dari produk atau layanan Anda.
- Pola pengembalian:Pemantauan pengembalian dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah dengan produk tertentu, meningkatkan kontrol kualitas, atau menyempurnakan deskripsi produk Anda agar sesuai dengan harapan pelanggan.
# 2. Metrik Kinerja Penjualan
Apa yang diukur akan dikelola, dan selalu ada ukuran konkret yang menunjukkan kinerja operasional e-commerce Anda. Berikut ini adalah beberapa metrik kinerja e-commerce utama:
- Tingkat konversi
- Nilai pesanan rata-rata (AOV)
- Nilai seumur hidup pelanggan (CLV)
- Tingkat pembatalan keranjang belanja
- Tingkat Pelanggan Berulang
- Penjualan berdasarkan sumber lalu lintas
- Tingkat Pengembalian Produk
- Skor Promotor Bersih (NPS)
# 3. Analisis Lalu Lintas Situs Web
Siapakah pengguna Anda? Bagaimana mereka menemukan situs web Anda, dan di mana lokasi mereka? Segala hal, mulai dari perjalanan penjelajahan pengguna hingga keterlibatan keseluruhan dengan situs Anda, sangatlah penting. Dengan informasi ini, Anda dapat membangun gambaran yang solid tentang pengguna Anda dan menyempurnakannya. strategi pemasaran eCommerce untuk meningkatkan tingkat perubahan lalu lintas menjadi pelanggan yang membayar.
Data yang perlu diperhatikan:
- Jumlah pengunjung
- Pengunjung baru vs. pengunjung kembali
- Saluran akuisisi
- Tampilan halaman dan durasi sesi rata-rata
- Tingkat bouncing
- Tingkat konversi
Dengan memantau metrik lalu lintas situs web ini melalui dasbor analitik web, Anda dapat memahami seberapa baik situs eCommerce Anda menarik pengunjung, mempertahankan perhatian mereka, dan mengubah mereka menjadi pelanggan.

# 4. Analisis Kinerja Saluran dan Kampanye
Baik Anda menggunakan pemasaran email, membangun kampanye media sosial, Google Ads, atau strategi pemasaran konten, Anda perlu memperkirakan keberhasilan tindakan Anda. Berikut adalah ukuran – KPI potensial Anda – yang menunjukkan seberapa baik kinerja kampanye Anda, termasuk:
- Rasio klik-tayang (RKT)
- Tingkat konversi
- Biaya per klik (BPK)
- Laba atas belanja iklan (ROAS)
- Metrik keterlibatan untuk kampanye media sosial
# 5. Analisis Corong
Apakah corong penjualan Anda berfungsi dan mendatangkan pelanggan baru? Berikut beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan saat menilai kualitas corong penjualan toko e-commerce Anda:
- Tahap kesadaranSangat penting untuk memahami bagaimana calon pelanggan bereaksi saat pertama kali mengunjungi situs web Anda. Halaman mana yang pertama kali mereka kunjungi? Berapa lama mereka bertahan? Elemen apa yang menarik mereka?
- Tahap pertimbangan: Ini melibatkan pengukuran seperti jumlah tampilan halaman produk, durasi waktu yang dihabiskan di halaman tersebut, dan volume kunjungan berulang.
- Tahap konversiIni menandai momen ketika pengunjung melakukan transaksi atau mencapai tujuan tertentu. Dengan melihat angka-angka seperti seberapa sering barang ditambahkan ke keranjang, seberapa sering pembayaran selesai, dan tingkat konversi, Anda dapat mengetahui apa yang menjadikan pengunjung sebagai pelanggan.
- Tahap retensi:Data perilaku pasca pembelian seperti tingkat pengembalian, umpan balik, dan pembelian berulang dapat memberikan wawasan tentang kepuasan dan loyalitas pelanggan.
- Titik pengabaian dan tingkat penurunanMengetahui di mana pelanggan dapat menghentikan proses pembelian menunjukkan di mana kita dapat meningkatkan diri. Tahap corong dengan tingkat putusan tertinggi umumnya merupakan tempat terbaik untuk memulai optimasi.
- Jalur melalui corongTidak semua pelanggan akan mengikuti jalur yang sama melalui corong e-commerce Anda. Jadi, optimalkan setelah mempelajari dan melakukan pengujian A/B pada jalur corong Anda.
#6. Metrik Kepuasan Pelanggan
Memahami tingkat kepuasan pelanggan sangat penting untuk mengembangkan bisnis yang berkinerja tinggi dan berorientasi pada pertumbuhan. Setiap metrik dapat menyoroti berbagai aspek kepuasan dan loyalitas pelanggan:
- Skor Promotor Bersih (NPS):Ini adalah cara standar untuk melihat apakah pelanggan mungkin merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain, yang dapat menunjukkan apakah pelanggan senang dan setia.
- Skor Kepuasan Pelanggan (CSAT): Ini adalah metode utama untuk melihat seberapa senang pelanggan setelah mereka menggunakan produk Anda.
- Tingkat Churn: Ini adalah angka terhitung (dalam %) pelanggan yang berhenti membeli dari toko Anda.
- Tingkat retensiIni kebalikan dari tingkat churn. Ini menunjukkan persentase pelanggan yang masih membeli dari toko Anda.
- Resolusi Kontak Pertama (FCR):Metrik ini meningkatkan jumlah masalah pelanggan yang diselesaikan pada putaran pertama.
Alat dan Teknologi Analisis Perdagangan Digital
Sekarang setelah kita membahas semua dasar-dasarnya, mari kita lihat pilihan apa saja yang Anda miliki saat mencari alat untuk menganalisis bisnis Anda.
Google Analytics 4 (GA4)
Google Analytics 4 (GA4) adalah versi terbaru dari alat Google Analytics yang dikembangkan oleh Google untuk membantu pemilik/admin situs web dan toko eCommerce seperti Anda melacak dan melaporkan lalu lintas masuk dan keluar dari situs web/toko eCommerce Anda. Ini adalah alat gratis yang membantu Anda melacak berbagai jenis wawasan seperti:
- Demografi dan Minat Audiens
- Laporan Akuisisi
- Aliran Perilaku
- Pelaporan Real-Time
- Pelacakan eCommerce
- Penetapan Sasaran & Pelacakan Konversi
- Rasio Pentalan & Halaman Keluar
- Kecepatan Situs
GA4 adalah alat analitik yang wajib dimiliki oleh setiap bisnis e-commerce. Alat ini dapat membantu Anda dalam banyak hal, mulai dari memahami perjalanan pengguna di toko Anda hingga metrik kampanye pemasaran Anda.
Platform Analisis Khusus eCommerce
Selain Google Analytics, berbagai platform analitik khusus e-commerce menyediakan tampilan detail metrik Anda. Platform-platform ini secara khusus dikembangkan untuk mendapatkan wawasan mendetail tentang perilaku pengguna di situs web atau toko e-commerce Anda. Berikut beberapa contoh platform tersebut:
- Hotjar adalah alat wawasan produk yang menggali lebih dalam perilaku pengguna yang tidak dapat dideteksi oleh alat analisis tradisional untuk e-commerce — seperti keraguan, perubahan haluan yang tiba-tiba, dan gulir diam yang tidak menghasilkan klik.
- Coupler.io Memperlancar pengumpulan dan integrasi data dari beragam aplikasi, memfasilitasi pembuatan dasbor yang berwawasan untuk pengambilan keputusan yang terinformasi. Platform ini mengintegrasikan data dari platform e-commerce populer seperti WooCommerce dan Shopify, sehingga memungkinkan bisnis untuk meningkatkan pelaporan e-commerce secara efektif.
- Woopra Melacak perjalanan pelanggan dan menghitung nilai seumur hidup mereka secara real-time, sebuah proses yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu. Ini membantu Anda memahami persona pembeli terbaik dan menyesuaikan pengalaman dengan tipe pelanggan ideal Anda.
Platform analitik khusus eCommerce populer lainnya adalah Conjura, Optimizely, Crazy Egg, Matomo, Polymer, Heap, Looker, dan CAKE.
Langkah-langkah untuk melakukan Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Anda siap mengambil keputusan yang tepat ketika melihat semua data e-commerce yang Anda temukan dengan GA4 atau alat analitik e-commerce lainnya. Keputusan apa yang bisa Anda buat berdasarkan data yang Anda temukan?
Langkah 1: Strategi Personalisasi
Pelanggan menyukai personalisasi. Namun, sapaan seperti "Halo Jane" tidak lagi mengejutkan. Untuk menjadikan upaya Anda benar-benar personal, Anda dapat menggunakan semua data preferensi pribadi yang Anda dapatkan. Data ini dapat membantu Anda menyesuaikan pengalaman, penawaran, dan komunikasi yang dipersonalisasi untuk berbagai segmen pelanggan, yang menghasilkan interaksi pelanggan yang lebih menarik dan memuaskan.
Berikut adalah beberapa contoh personalisasi dalam eCommerce:
- Rekomendasi Produk
- Kampanye Email yang Dipersonalisasi
- Harga dinamis
- Personalisasi Situs Web
- Iklan yang Disesuaikan
- Konten yang Dipersonalisasi
Langkah 2: Optimalisasi Manajemen Inventaris
Bayangkan Anda menjalankan toko pakaian online dan melihat orang-orang cenderung membeli lebih banyak sweter merah menjelang Natal. Jadi, keputusan terbaik bagi Anda adalah membeli sweter tersebut lebih awal untuk memenuhi permintaan. Ini adalah contoh sederhana tentang bagaimana data jumlah pembelian dapat membantu Anda mengelola penjualan.
Analisis eCommerce dapat digunakan untuk meningkatkan operasi manajemen inventaris dengan:
- Peramalan permintaan
- Penentuan titik pemesanan ulang
- Optimalisasi stok pengaman
- Pengurangan stok berlebih dan stok mati
- Peningkatan manajemen pemasok
Langkah 3: Penetapan Harga dan Promosi
Harga Anda tidak hanya bergantung pada biaya produksi. analitik eCommerce secara langsung memengaruhi strategi penetapan harga dan promosi. Berikut beberapa contoh yang menggambarkan proses ini:
- Model penetapan harga dinamisIndustri penerbangan dan perhotelan sering menyesuaikan harga berdasarkan permintaan real-time, harga pesaing, dan variabel lainnya. Bisnis e-commerce dapat mengadopsi model serupa. Misalnya, Amazon mengubah harganya berdasarkan tarif pesaing, seberapa banyak orang menginginkan suatu produk, dan jam berapa saat itu.
- Diskon volumeStrategi ini menawarkan penurunan biaya per unit sekaligus meningkatkan volume pembelian produk. Costco secara efektif menerapkan diskon volumePelanggan dapat membeli barang dengan harga lebih rendah, yang berarti penghematan dan meningkatkan penjualan untuk bisnis.
- Penjualan kilat atau acara promosi: Memberikan diskon jangka pendek dapat meningkatkan penjualan secara signifikan. Contoh yang bagus adalah 'Singles Day' Alibaba. Acara satu hari ini memiliki penjualan tahunan yang besar karena diskon besar-besaran, yang menarik jutaan pembeli.
- Penetapan harga musimanBanyak perusahaan e-commerce besar menggunakan strategi penetapan harga musiman. Misalnya, mereka menaikkan harga pakaian musim dingin selama musim dingin dan memberikan diskon di luar musim puncak.
3 Masalah Umum Teratas dalam Analisis E-commerce yang Harus Dihindari
Seperti halnya alat lainnya, Anda perlu mengetahui jebakan tersembunyi saat mengumpulkan atau menganalisis data.
1. Salah Menafsirkan Data
Keputusan bisnis apa pun tidak boleh dibuat terburu-buru. Saat bekerja dengan analitik, Anda harus melihat gambaran keseluruhan sebelum mengambil kesimpulan.
Mari kita ambil contoh sebuah toko pakaian yang menyadari bahwa rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna di situs webnya tiba-tiba menurun. Biasanya, hal ini dianggap sebagai tragedi. Namun, bagaimana jika situs web tersebut diperbarui agar lebih cepat dan ramah pengguna sehingga pelanggan dapat menemukan apa yang mereka butuhkan dan menyelesaikan transaksi dengan cepat? Dalam situasi seperti itu, durasi sesi yang lebih rendah menunjukkan adanya peningkatan.
2. Mengabaikan Analisis Seluler
Berapa banyak pengguna yang mengunjungi situs web Anda menggunakan ponsel pintar? Bisnis mungkin sering mengabaikan tren ini dan kehilangan wawasan penting tentang segmen basis pelanggan ini.
Analisis seluler memberi tahu Anda tentang bagaimana pengguna seluler berinteraksi dengan situs web atau aplikasi Anda, apakah mengunjungi halaman Anda dari ponsel cerdas terasa nyaman, dan bagaimana interaksi ini menghasilkan penjualan. Dengan mempertimbangkan data ini dengan cermat, Anda dapat melakukan pengoptimalan tingkat konversi (CRO) untuk pengalaman seluler Anda.
3. Mengabaikan Langkah-Langkah Keamanan
E-commerce melibatkan penanganan informasi pelanggan yang sensitif, termasuk informasi pribadi dan kartu kredit. Hal ini menjadikan keamanan sebagai prioritas utama. Apakah Anda memiliki kebijakan keamanan siber yang kuat? Ini adalah sesuatu yang mungkin hanya diperhatikan pengguna Anda jika terjadi pelanggaran keamanan, tetapi jangan meremehkan pentingnya hal tersebut. keamanan protokol dan memastikan penanganan semua data yang tepat, terutama data sensitif.
Tren Analisis E-commerce yang Perlu Diperhatikan di Tahun 2026
1. Analisis dengan Bantuan AI
AI membuat analisis lebih mudah dipahami. Alih-alih hanya melihat dasbor, pedagang sekarang dapat menggunakan alat AI untuk menemukan pola, meringkas laporan, menjelaskan perubahan, dan menyarankan langkah selanjutnya.
Namun, AI hanya berguna jika data Anda bersih. Jika pelacakan Anda rusak, data peristiwa hilang, atau laporan Anda mencampur pembeli ritel dan grosir, AI hanya akan memberikan rekomendasi yang lemah.
2. Peningkatan Retensi dan Pelaporan Kohort
Semakin banyak tim e-commerce yang memperhatikan retensi, bukan hanya pendapatan dari pembelian pertama. Pelaporan kohort membantu Anda melihat bagaimana perilaku pelanggan setelah pesanan pertama mereka.
Sebagai contoh:
- Apakah pelanggan yang didapatkan pada bulan Januari kembali lagi pada bulan Februari atau Maret?
- Kampanye mana yang mendatangkan pelanggan yang melakukan pemesanan ulang?
- Produk mana yang menciptakan perilaku pembelian berulang terbaik?
- Kelompok pelanggan mana yang memiliki nilai jangka panjang tertinggi?
Ini sangat berguna bagi merek yang bergantung pada pembelian berulang, langganan, barang habis pakai, pembeli grosir, atau produk pengisian ulang.
3. Pemantauan Waktu Nyata
Analisis waktu nyata berguna ketika sesuatu berubah dengan cepat.
Sebagai contoh:
- Masalah di kasir mulai merugikan penjualan.
- Sebuah kampanye tiba-tiba menjadi mahal.
- Suatu produk kehabisan stok.
- Kode diskon tidak berlaku.
- Metode pembayaran berhenti berfungsi.
- Sebuah landing page mulai menerima trafik dari negara yang salah.
Peringatan waktu nyata dapat membantu tim memperbaiki masalah sebelum masalah tersebut menjadi mahal.
4. Lebih Fokus pada Data Pihak Pertama
Seiring dengan terus berubahnya aturan privasi dan batasan pelacakan, toko e-commerce perlu lebih mengandalkan data pelanggan mereka sendiri.
Ini termasuk:
- Pelanggan email
- Akun pelanggan
- Riwayat pembelian
- Preferensi produk
- Aplikasi grosir
- Tag pelanggan
- Data loyalitas
- Percakapan dukungan
Data pihak pertama membantu Anda membangun segmentasi yang lebih baik, meningkatkan retensi, dan mengurangi ketergantungan berlebihan pada platform iklan.
5. Analisis untuk E-commerce B2B
E-commerce B2B Analisis data menjadi semakin penting karena semakin banyak pembeli grosir mengharapkan pengalaman pembelian mandiri.
Toko B2B harus melacak:
- Pengajuan aplikasi grosir
- Tingkat persetujuan
- Tingkat orde pertama setelah persetujuan
- AOV Grosir
- Tingkat pemesanan berulang
- Waktu pemesanan ulang
- Pendapatan berdasarkan kelompok pembeli
- Pendapatan berdasarkan katalog
- Penggunaan Istilah Net
- Penggunaan formulir pesanan massal
- Pengabaian keranjang belanja grosir
Ini membantu Anda memahami apakah pengalaman pembelian B2B Anda benar-benar berhasil.
Kesimpulan
Analisis e-commerce bukan hanya tentang dasbor. Ini tentang membuat keputusan yang lebih baik. Data yang tepat dapat menunjukkan dari mana pelanggan berasal, produk apa yang mereka inginkan, di mana mereka berhenti berbelanja, kampanye mana yang menghasilkan pendapatan, dan apa yang membuat orang kembali.
Bagi pedagang Shopify, pengaturan yang baik biasanya mencakup Shopify Analytics, GA4, laporan platform iklan, analitik email, peta panas, dan umpan balik pelanggan.
Untuk toko grosir dan B2B, analisis harus lebih mendalam daripada metrik e-commerce biasa. Anda juga harus melacak pembeli yang disetujui, nilai pesanan rata-rata (AOV) grosir, tingkat pemesanan ulang, pendapatan berdasarkan kelompok pelanggan, dan seberapa sering pembeli menggunakan alur pemesanan grosir Anda.
Ketika B2B lokal tidak mencukupi, Diskon Harga Grosir B2B adalah langkah selanjutnya.
Coba aplikasi Diskon Harga Grosir B2B kami secara gratis. !
Dipercaya oleh lebih dari 16,000 Pedagang Shopify
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja metrik e-commerce yang paling penting?
Metrik e-commerce terpenting meliputi rasio konversi, nilai pesanan rata-rata, nilai seumur hidup pelanggan, tingkat pembelian berulang, tingkat pengabaian keranjang belanja, tingkat pengembalian, pendapatan berdasarkan saluran, dan kinerja produk.
Apakah Shopify Analytics sudah cukup?
Shopify Analytics adalah titik awal yang tepat karena terhubung dengan data toko Anda. Namun, sebagian besar pedagang juga harus menggunakan GA4, laporan platform iklan, analitik email, dan alat heatmap untuk memahami perjalanan pelanggan secara menyeluruh.
Apa yang harus saya lacak di GA4 untuk e-commerce?
Anda harus melacak tindakan-tindakan penting dalam e-commerce seperti melihat produk, menambahkan ke keranjang, melihat keranjang, memulai proses pembayaran, pembelian, pengembalian dana, dan pencarian di situs. Peristiwa-peristiwa ini membantu Anda memahami bagaimana pembeli berinteraksi di toko Anda.
Mengapa pendapatan Shopify saya berbeda dengan pendapatan GA4?
Shopify dan GA4 mungkin menampilkan pendapatan yang berbeda karena penundaan pelacakan, perbedaan atribusi, pengaturan persetujuan, pemblokir iklan, pengembalian dana, pajak, pengiriman, dan bagaimana setiap platform mendefinisikan pendapatan. Gunakan Shopify sebagai sumber pesanan utama Anda dan GA4 untuk analisis perjalanan pelanggan dan saluran penjualan.
Analisis apa yang harus dipantau oleh toko grosir?
Toko grosir harus melacak pendapatan grosir, nilai pesanan rata-rata grosir (AOV), jumlah pembeli yang disetujui, tingkat pesanan pertama setelah persetujuan, tingkat pesanan berulang, frekuensi pesanan, pendapatan berdasarkan tag pelanggan, dan perilaku pemesanan ulang.
Seberapa sering saya harus meninjau analitik e-commerce?
Sebagian besar toko sebaiknya meninjau angka-angka kunci setiap minggu dan melakukan tinjauan bulanan yang lebih mendalam. Kampanye berbayar, masalah pembayaran, dan masalah stok mungkin perlu diperiksa lebih sering.

